6 Cara Mengasuh Anak dengan Baik

0
26

Tidak sedikit orang tua yang khawatir ketika mereka terlalu memanjakan anak, maka anak akan semakin tidak terkendali. Padahal tidak selamanya hal tersebut bisa dibenarkan. Terlebih lagi ketika kamu lebih memilih menggunakan cara-cara langsung tanpa mengedepankan ketenangan, kelembutan, dan perasaan anak.

Padahal kamu bisa mengedepankan sikap positif ketika anak melakukan sesuatu yang tidak kamu inginkan. Bagaimana caranya? Silakan mengikuti pembahasan berikut ini.

Beberapa Cara Positif Proses Mengasuh dan Mendidik Anak

Di bawah ini adalah beberapa tantangan yang mungkin akan kamu hadapi sebagai orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak setiap hari. Ketika kamu sudah mengetahui penjelasan berikut ini, kamu sudah tahu tindakan atau solusi apa yang harus kamu terapkan.

1. Apa yang Harus Kamu Lakukan Ketika Anak Memukul?

Tentu saja kekerasan adalah tindakan yang tidak diperbolehkan. Anak-anak pun sebenarnya tahu bahwa tindakan yang dia lakukan tersebut tidak boleh. Lalu mengapa dia masih tetap melakukannya? Sebenarnya anak-anak masih belum memiliki kendali impuls yang dibutuhkan untuk bisa menghentikan anak  dari memukul.

Maka dari itu, memberikan konsekuensi kepada anak dengan cara menghukum dia kemungkinan tidak berhasil. Konsekuensi atau hukuman yang kamu berikan tidak secara ajaib bisa membuat anak mampu mengontrol tindakannya agar tidak memukul. Lalu apa yang harus kamu lakukan?

Ketika anak memukul, maka cobalah untuk melakukan hal dasar seperti mengajaknya untuk mengobrol kemudian memberikan nasihat. Cobalah untuk terlebih dahulu mengetahui serta memahami seperti apa perasaan yang sebenarnya dia rasakan. Ketika anak sudah mulai bisa mendengar dan mau diajak berbicara, cobalah untuk mengatakan padanya bahwa kamu menyayanginya.

Semakin sering kamu melakukan hal ini, maka anak akan memiliki dorongan untuk tidak memukul lagi. Jangan bosan untuk mengatakan bahwa kamu menyayanginya dan ingin dia tidak memukul lagi. Seiring bertambahnya waktu, kebiasaan anak tersebut akan mulai hilang. Namun kamu perlu bersabar karena kondisi ini memerlukan proses.

2. Apa yang Harus Kamu Lakukan Ketika Anak Berteriak?

Tips parenting yang kedua yaitu tentang tindakan apa yang sebaiknya kamu lakukan ketika anak berteriak. Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan ketika anak memukul. Anak-anak sebenarnya tahu bahwa berteriak merupakan tindakan yang tidak dibolehkan.

Akan tetapi, dia akan tetap melakukannya ketika merasa bahwa keinginannya tidak didengarkan. Mungkin bukan hanya anak-anak, orang dewasa pun cenderung akan melakukan hal yang sama. Dia akan meninggikan suara ketika merasa bahwa instruksi atau permintaannya tidak didengarkan.

Lalu bagaimana solusi ketika anak berteriak? Kamu harus segera mendengarnya dan berusaha untuk memenuhi apa yang diinginkan olehnya. Membuat anak merasa bahwa dia didengar merupakan hal yang sangat penting. Dengan begitu, anak-anak tidak akan berteriak lagi karena kamu selalu mendengarkan apa yang dia inginkan.

3. Apa yang Harus Dilakukan Ketika Anak Menendangmu?

Berbeda dengan memukul bisa, anak-anak cenderung akan menggunakan kakinya ketika sudah tidak bisa menahan emosi. Melalui tendangan inilah anak-anak mengeluarkan emosi atau rasa frustrasi yang dia rasakan. Dia mungkin juga berpikir bahwa kedua hal ini memang harus dilepaskan entah bagaimana caranya.

Solusi yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi hal ini adalah cobalah untuk memahami perasaanya. Kamu perlu tahu apa yang membuat anak tersebut menendangmu. Kemudian kamu bisa mulai menawarkan jalan keluar kepadanya.

4. Apa yang Dilakukan Ketika Mood Anak Sedang Buruk?

Seperti orang dewasa, anak juga bisa berada dalam mood yang buruk. Biasanya dia akan cenderung melemparkan benda di sekitarnya. Anak-anak yang merasa frustrasi karena tidak mendapatkan izin atau tidak bisa melakukan sesuatu yang diinginkannya, biasanya rasa frustrasinya akan diluapkan dengan cara melempar sesuatu.

Untuk mengatasi hal semacam ini maka kamu perlu menemuinya dan berusaha untuk membuatnya berbicara tentang apa yang sebenarnya dia rasakan dan inginkan. Ingat, kamu perlu melakukannya secara lembut dan perlahan. Mungkin sebelumnya kamu melarangnya untuk melakukan sesuatu sehingga membuat anak seperti ini.

Ketika kamu sudah tahu apa yang membuatnya seperti ini, kamu bisa mulai mencarikan solusi yang tepat. Dengan begitu, anak tidak akan melemparkan lagi karena dia merasa tenang. Tidak kalah penting bahwa kamu juga perlu memberitahunya bahwa tindakan ini tidak baik. Masih banyak tindakan positif lainnya yang bisa dia lakukan ketika merasa kecewa atau jika ingin menyampaikan sesuatu dari pada harus melempar barang.

5. Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Memanjat?

Memang aktivitas anak terkadang di luar apa yang kita prediksi. Lalu bagaimana jika ternyata dia memanjat? Semua orang tua pasti khawatir dengan tindakan yang dilakukan buah hatinya tersebut. Jika kamu melihat hal ini, maka kamu harus segera menghentikannya. Katakan padanya bahwa tindakan yang dia lakukan tersebut bisa berbahaya dan kamu tidak menyukainya.

6. Apa yang Harus Kamu Lakukan Ketika Anak Memanggil Namamu?

Memanggil nama seseorang yang lebih tua secara langsung adalah tindakan yang tidak sopan. Namun terkadang anak-anak melakukan hal ini dengan maksud agar kamu membalasnya. Meskipun masih anak-anak, namun kamu perlu melakukan sesuatu agar kebiasaan ini bisa mulai ditinggalkan.

Sebelumnya kamu perlu bertanya kenapa anak melakukan hal demikian. Dari sini kamu bisa mulai memberitahunya bahwa apa yang dia katakan tersebut tidak baik dan tidak sopan. Kamu juga tidak ingin dia melakukannya lagi. Namun ingat, lakukan hal ini dengan tetap mengedepankan kelembutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini